Hantu Kematian

 

Aku merintih pada malam yang menggadaikan jiwaku

Aku menangis pada siang yang menjual jasadku

 

Tutup saja mataku,

ia telalu buta untuk melihat ada-Mu

 

Bungkam saja mulutku,

ia terlalu rewel untuk berucap kata-Mu

 

Dan sumpal saja telingaku, yang

terlalu bebal untuk mendengar suara-Mu

 

Ledakkan saja otakku, karena

ia terlalu picik untuk berpikir tentang-Mu

 

Atau matikan saja hatiku, karena

ia terlalu beku untuk meraba hadir-Mu

 

Aku hanya sekedar penikmat

Meneguk apa saja yang ditawarkan malam

Melahap semua yang disajikan siang

Memohon pada bulan,

Mengiba pada matahari

 

Aku muak pada lelucon samar hidup ini

Pada gelak tawa palsu, dan bibir yang melolong

 

Aku letih pada kemelut suram hidup ini

Pada air mata kesedihan, dan tangis pilu yang menyayat

 

Aku terlalu mencintai bayang

Yang meregang dan lenyap dalam nyanyian gelap

 

Menyeretku tidur bersama mayat namaku

Terjaga pada maut yang mengendap telanjang di balik bayang

Menyembunyikan belati untuk menikam mimpi sakitku, dan

Menatapku yang merenung pada keabadian yang tiada.

        

“FR-190908″

Diterbitkan di: on Oktober 6, 2008 at 2:25 am Komentar (3)
Tags: ,

Tentang Waktu*

Hari ini…

Kau merasa, Tuhan begitu mencintaimu

Dipersembahkannya dunia sekali lagi padamu

       Sungguh waktu telah membuktikan kehadirannya

Dalam setiap rentetan usia

Hanya kesadaran dan kedewasaan

Yang diharapkannya pada kita

        Sebagai pelaku jejak jasadnya, karena

        Ia terlalu tua dan renta, untuk

        Menapaki hidup kita yang tanpa makna

Kasihan waktu…

Semoga engkau mendapatinya, menangis di sudut jiwamu

Tanpa pernah berpikir untuk kembali

        Semoga waktu belum lelah,

        Meskipun merenung tentang keabadian yang tiada.

*Selamat Hari Jadi dan do’a teriring buat sahabatku

 “Tonk-Tonk

FR-180908”
Diterbitkan di: on Oktober 4, 2008 at 10:31 am Tinggalkan sebuah Komentar