Penggolongan Teori Kepribadian

Apabila Dr. George Boeree menggolongkannya berdasarkan pendekatan yang digunakan, maka Pak Sumadi Suryabrata dari Universitas Gajah Mada menggolongkannya berdasarkan kategori-kategori, sebagai berikut :
1. Atas jalan yang ditempuh atau metode yang digunakan dalam menyusun sesuatu teori dalam psikologi kepribadian itu :

a. Atas dasar pemikiran spekulatif (Plato, Kant, Neo-Kantianisme, Bahsen, Queyrat, Malapert, atau yang terutama disusun oleh para ahli-ahli filsafat)
b. Atas data-data dari hasil penyelidikan empiris atau eksperimental (Heymans, Freud, Jung, Adler, Eysenck, Rogers, dll)
2. Atas dasar komponen kepribadian yang digunakan sebagai landasan atau titik tolak dalam penyusunannya : (lagi…)

Jebakan-jebakan dalam Teori Kepribadian

Ada beberapa jebakan yang penting diperhatikan kalau kita ingin membangun teori sendiri tentang orang dan kepribadiannya, yaitu:

1. Etnosentrisme ~ kebudayaan atau lingkungan yang begitu mempengaruhi kita.

2. Egosentrisme ~ keunikan yang dimiliki pribadi teoritikus itu sendiri

3. Dogmatisme ~ sebagai manusia, agaknya kita punya kecenderungan alamiah untuk bersikap konservatif: kita cenderung berpegang teguh pada apa yang telah berhasil di masa lalu. Dalam menanggapi kritik: cenderung menggunakan logika sirkular dalam mempertahankan pendapatnya.

4. Salah paham ~ setiap kali kita mengatakan sesuatu, tahukah kita sedang membiarkan kata-kata kita dapat ditafsirkan menjadi lebih dari 100 tafsiran?! Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan salah paham, yaitu:

a. Penerjemahan, dalam artian bahasa

b. Neologisme, atau penggunaan istilah/kata baru
c. Metafor

5. Bukti ~ hal ini mengacu pada beberapa bentuk bukti dalam kerangka membangun teori kepribadian:
a. Anekdotal ~ dalam bentuk kisah atau cerita

b. Klinis ~ ketika menjalankan terapi

c. Fenomenologis ~ lahir dari pengamatan seksama terhadap seseorang dalam berbagai keadaan, termasuk kondisi psikologis pengamat itu sendiri.

d. Riset korelasional ~ penciptaan dan pemakaian tes-tes kepribadian

e. Riset eksperimental ~ yang paling terkontrol dan akurat, eksperimentasi mencakup pemilihan subjek secara acak, kontrol melekat terhadap kondisi subjek, perhatian besar terhadap pengaruh-pengaruh yang tidak diinginkan terhadap subjek dan biasanya juga memakai teknik pengukuran dan statistik. Tapi kelemahannya, kadang-kadang tidak (lagi…)

3 orientasi dalam penyusunan “teori-teori kepribadian”

Ada 3 orientasi dalam menyusun “teori-teori kepribadian” :

1. Psikoanalisis, dalam hal ini terdiri dari 3 pendekatan, yaitu

-Pemikiran Freudian (Sigmund Freud, Anna Freud, dan psikolog ego, Erik Erikson).

-Perspektif transpersonal (yang bernuansa spiritual, diwakili oleh Carl Gustav Jung).

-Sosial psikologis (Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm).

2. Behavioristik

yaitu melalui pengamatan yang seksama terhadap perilaku dan lingkungan serta relasi keduanya (diwakili oleh B.F. (lagi…)

Diterbitkan di: on Desember 24, 2008 at 1:42 pm Komentar (2)

Teori-teori kepribadian

Kepribadian adalah salah satu hal mutlak bagi manusia untuk memancarkan eksistensinya di dunia, terutama dalam mengejawantahkan anugerah manusia sebagai makhluk sosial, baik secara internal (“sosial” untuk dirinya sendiri) maupun secara eksternal (sosial untuk orang lain).

Masing-masing kita punya kecenderungan untuk “tertarik” pada diri sendiri, oleh sebab itu mengapa rubrik Zodiak atau Shio sering menjadi topik bagus untuk dibahas.

Banyak para teoritikus kepribadian yang memaparkan teori-teori serta pemikiran mereka yang bisa dijadikan tolak ukur atau landasan bagi kita dalam penelusuran terhadap orang dan kepribadiannya atau bahkan kepribadian kita sendiri.

Alasan lain kenapa orang mengemukakan teori tentang kepribadian adalah karena mereka menganggapnya sangat mudah dilakukan, dan setiap orang -termasuk mereka yang mengeluarkan teori- dengan sendirinya telah mengetahui apa jawabannya.

Tidak seperti matematika yang berisi presisi teoritis, atau pun berisi sistem simbol yang secanggih dan sesulit kimia atau fisika, teori kepribadian tidak demikian. tambah lagi, setiap orang punya akses langsung kepada apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakannya sendiri dan cukup banyak pengalaman tentang bagaiman pikiran dan perasaan orang lain.

Namun keakraban pengetahuan kita yang keliru inilah, dan begitu sering kita mengira telah mengetahui apa yang sebenarnya, padahal belum tentu seperti itu, akan menjebak kita dalam prasangka dan bias negatif yang kita pegang selama bertahun-tahun. dilihat dengan cara ini, maka masalah teori kepribadian bisa dikatakan sebagai persoalan yang paling sulit dan kompleks dari sekian banyak masalah yang kita hadapi.

Diterbitkan di: on at 1:37 pm Komentar (2)

Gelap

Kali ini ia datang menyapaku
Dalam dekapan selimut malam yang pekat
Tanpa pesan dan tanpa bayang

Saat ini ia datang menyentuhku
Bersama bisikan angin yang beku
Tanpa suara dan tanpa jejak

Gelap…

Di dalamnya kudapati,
Sosok asing dalam diriku
Yang bersembunyi di balik lipatan-lipatan kulitku
Yang mengerang, menggeliat, bangkit
Dan siap menelanku,
Masuk ke dalam hitamnya.

Bukan gelap yang kutakuti
Melainkan rasa takut yang menggelapkan hatiku…

(FR’191208)

Diterbitkan di: on at 1:23 pm Komentar (2)
Tags: , ,