Cara Pikiran Kita Mengolah Informasi

Setiap yang kita alami direpresentasikan secara internal oleh sistem syaraf kita. Tanpa kita sadari kelima indra ini secara konstan menerima dan memproses informasi tentang dunia dan tentang kita. Oleh karena body – mind adalah suatu bagian dari sistem yang tak terpisahkan, maka apapun yang terjadi pada salah satu bagian akan memiliki efek pada bagian yang lain.

Misalkan, kita tidak dapat berpikir tentang sesuatu hal tanpa diikuti oleh respon fisik tertentu, demikian juga sebaliknya. Terkadang kita tidak mendengar apa yang tidak kita ingin dengar, inilah yang kita sebut sebagai filter, disinilah terjadinya perbedaan antara mendengar dan mendengarkan.

Karena filter visual, maka kita juga tidak melihat apa yang tidak kita ingin lihat, inilah perbedaan antara melihat dan memperhatikan. Dalam kehidupan, dari kelima rep system itu hanya tiga yang menonjol, yaitu V, A dan K, karena O dan G sangat jarang digunakan. Sehingga kita memasukkan O dan G kedalam kategori K. Inilah yang disebut sebagai konsep VAK dalam NLP, konsep ini sangat terkenal, bahkan banyak orang mengira NLP hanyalah VAK ini.

Preferred System Menariknya, dalam berkomunikasi seseorang akan menggunakan sejenis kode-kode rep system pilihan mereka. Ada orang tertentu yang lebih suka menggunakan indera mata dalam memahami sekitar, mengingat informasi dan mengambil keputusan. Dengan demikian rep-system-nya akan lebih cenderung didominasi oleh hal-hal yang sifatnya Visual.

Dalam bahasa NLP, orang ini akan disebut sebagai orang dengan preferensi visual (Visually Preferred System) Jadi jika dicermati, dalam berkomunikasi kita akan temui beberapa preferensi, orang dengan preferensi V (Visual), orang dengan preferensi A (Auditorial), dan orang dengan preferensi K (Kinestetik). Beberapa pemula yang belajar NLP (lagi…)

Diterbitkan di: on Maret 7, 2009 at 1:24 am Komentar (9)
Tags: , ,

Hypnosis dengan Istilah “Brainwave”

Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta.

1. Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14 – 24 Cps (diukur dengan perangkat EEG).

2. Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7 – 14 Cps.

3. Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa “tertidur”, (lagi…)

Terapi Hipnosa untuk Menghilangkan Perilaku Merokok

Terapi hipnosa dipercaya mampu membantu untuk mengurangi intensitas perilaku yang menyimpang seringkali merupakan perilaku kebiasaan ( habits ), termasuk di dalamnya adalah perilaku merokok ( Hukom, 1979 ). Perilaku yang sudah berlangsung sejak lama sehingga bagi amat sulit untuk bisa melepaskan diri.

Terapi hipnosa, yang bekerja pada alam bawah sadar akan memberikan suatu sugesti baru bagi perokok sehingga perokok tersebut akan meninggalkan kebiasaannya tersebut (Lecron , 1990) Hal ini sangat membantu perokok yang memiliki niatan kuat untuk berhenti merokok namun tidak dapat melepaskan dirinya dari kebiasannya tersebut (Hukom,1979).

Perokok mengalami kesulitan untuk bisa lepas dari kebiasaan merokok karena rokok menimbulkan ketagihan dengan menimbulkan perasaan senang yang disebabkan aktifnya zat adrenergik yang mengeluarkan serotonin (Tineke, Kompas, Minggu, 5 Mei, 2002) namun dalam jumlah besar rokok akan berubah fungsi sebagai depresan, dengan menekan produksi serotonin dan noradrenaline, mengeluarkan adrenalin, epinephrine dan norepinephrine yang bisa menyebabkan depresi (West , 1992).

Kadar cortisol , hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal akan meningkat selama fase depresi. Terapi hipnosa adalah suatu terapi yang menempatkan pasien pada keadaan trance dan kehilangan daya otokritik sehingga mudah untuk diberikan sugesti (Hukom, 1979) termasuk sugesti untuk menghilangkan perilaku merokok.

Dengan melakukan terapi hipnosa, maka tubuh akan merangsang pengeluaran hormon endorfin dari kelenjar endorfin yang berada di dalam otak, yang berguna untuk melawan depresi yang timbul sebagai efek dari perilaku merokok. Endorfin adalah zat morfin alami yang diproduksi oleh tubuh yang mampu menimbulkan rasa senang, (lagi…)

Diterbitkan di: on at 12:33 am Komentar (8)
Tags: , , ,