Gelap

Kali ini ia datang menyapaku
Dalam dekapan selimut malam yang pekat
Tanpa pesan dan tanpa bayang

Saat ini ia datang menyentuhku
Bersama bisikan angin yang beku
Tanpa suara dan tanpa jejak

Gelap…

Di dalamnya kudapati,
Sosok asing dalam diriku
Yang bersembunyi di balik lipatan-lipatan kulitku
Yang mengerang, menggeliat, bangkit
Dan siap menelanku,
Masuk ke dalam hitamnya.

Bukan gelap yang kutakuti
Melainkan rasa takut yang menggelapkan hatiku…

(FR’191208)

Diterbitkan di: on Desember 24, 2008 at 1:23 pm Komentar (2)
Tags: , ,

Sang Pencinta Gila

Di luar sana air jarum bening menancapkan beribu kakinya di raga bumi,
bergelimpangan bercampur merah segar tanah,
yang merekah bagai bunga musim panas.
Aku di sini,
terpekur di sudut ruang
Membiarkan imajinasiku menari-nari dengan bayang
Melukiskan beribu senyum di sudut bibir
Mengucap apa saja yang memabukkan jiwa
Aku lah si Pencinta gila…

PS: to my Lovely husband, (Sang Pencinta gilaku)

(FR’031108)

Diterbitkan di: on at 1:15 pm Komentar (1)
Tags: , ,

Puisi sederhana untuk suamiku

Aku tak pandai berucap kata
Diriku juga tak cukup pintar menyampaikan maksud
Tak cakap pula menyerap makna

maafkan aku, sayang
seperti itulah yang selalu kukatakan
atas kesalahan demi kesalahan

Tidak apa-apa, sayang
Begitulah engkau berbisik lembut di telingaku
Fajar demi fajar

Terima kasih, kekasihku
Seperti itulah aku tersenyum padamu
atas kebahagiaan demi kebahagiaan

Engkau pantas mendapatkannya, cintaku
Begitulah engkau mengecup dahiku
Senja demi senja

Dan serasa ingin kubaktikan sepenuh jiwa ragaku
Mengucap nama-nama indahNya bersamamu
Pagi demi pagi

Serta ingin kuhabiskan seluruh hidupku
Sujud bersamamu di hadapan-Nya
Malam demi malam

“FR-031108″

Diterbitkan di: on November 12, 2008 at 7:55 am Komentar (1)
Tags: , , , , ,

November…aku datang!

Tertatih ku dalam langkah

yang menuntunku kemana saja

jiwa meraba

Terseok ku dalam jejak

yang berlari mengikuti

nafas angin

Masih ingatkah kau, tentang

Puisi di bulan november

yang kurangkai di hari terakhir

kelembutan november yang tegar

setahun yang lalu.

Hari ini,

ia kembali lagi.

Ataukah,

aku yang datang.

Entahlah…

Aku dan November memang bersua kembali

Ia tampak sama seperti kemarin,

Wajahnya masih kelabu,

penuh dengan air mata musim dingin

Aku,

Apalah diriku,

Hanya saksi bagi waktu yang meninggalkannya.

Jangan takut, november

Aku akan bersamamu kali ini

menemani gelisahmu,

tatkala waktu bersiap mencampakkanmu,

dengan Desember yang memenjarakan mimpi

November…aku datang!

“FR-011108″

Diterbitkan di: on November 2, 2008 at 5:55 am Komentar (1)
Tags: ,

Hantu Kematian

 

Aku merintih pada malam yang menggadaikan jiwaku

Aku menangis pada siang yang menjual jasadku

 

Tutup saja mataku,

ia telalu buta untuk melihat ada-Mu

 

Bungkam saja mulutku,

ia terlalu rewel untuk berucap kata-Mu

 

Dan sumpal saja telingaku, yang

terlalu bebal untuk mendengar suara-Mu

 

Ledakkan saja otakku, karena

ia terlalu picik untuk berpikir tentang-Mu

 

Atau matikan saja hatiku, karena

ia terlalu beku untuk meraba hadir-Mu

 

Aku hanya sekedar penikmat

Meneguk apa saja yang ditawarkan malam

Melahap semua yang disajikan siang

Memohon pada bulan,

Mengiba pada matahari

 

Aku muak pada lelucon samar hidup ini

Pada gelak tawa palsu, dan bibir yang melolong

 

Aku letih pada kemelut suram hidup ini

Pada air mata kesedihan, dan tangis pilu yang menyayat

 

Aku terlalu mencintai bayang

Yang meregang dan lenyap dalam nyanyian gelap

 

Menyeretku tidur bersama mayat namaku

Terjaga pada maut yang mengendap telanjang di balik bayang

Menyembunyikan belati untuk menikam mimpi sakitku, dan

Menatapku yang merenung pada keabadian yang tiada.

        

“FR-190908″

Diterbitkan di: on Oktober 6, 2008 at 2:25 am Komentar (3)
Tags: ,