Teori kepribadian Abraham Maslow

Abraham Harold Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Dia anak pertama dari tujuh bersaudara. Kedua orangtuanya adalah penganut yahudi tidak berpendidikan yang berimigrasi dari Rusia. Karena sangat berharap anak-anaknya berhasil di dunia baru, kedua orang tuanya memaksa Maslow dan saudara-saudaranya belajar keras agar meraih keberhasilan di bidang akademik. Tidak heran jika semasa kanak-kanak dan remaja, Maslow menjadi anak penyendiri dan menghabiskan hari-harinya dengan buku.

Maslow mendapat kedudukan dari departemen psikologi di Branders dari 1951 sampai 1969. disitu dia bertemu Kurt Goldstein, yang memberi ide atau pikiran tentang aktualisasi diri dalam bukunya yang terkenal, The Organism (1934). Disini juga dia memulai mengenalkan psikologi humanistik – sesuatu yang besar yang lebih penting untuk dia daripada teori yang dibuatnya.

Maslow mengembangkan gagasan ini lebih lanjut dan dikenal dengan sebutan hirearki kebutuhan:

Kebutuhan fisiologis. Ini termasuk kebutuhan akan oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, dan lainnya seperti mineral dan vitamin. Ini juga, termasuk kebutuhan untuk menjaga PH agar seimbang dan suhu yang sesuai. Dan juga, ada kebutuhan untuk aktif, istirahat, tidur, untuk melepaskan diri dari yang tidak dibutuhkan ( CO2, keringat, air kencing, dan kotoran ), untuk menjaga agar tidak sakit dan untuk memenuhi seks.

Kebutuhan rasa aman. Kalau kebutuhan fisiologis sudah diperhatikan, barulah lapisan kebutuhan kedua ini muncul. Anda akan semakin ingin menemukan situasi dan kondisi yang aman, stabil dan terlindung. Anda perlahan – lahan akan menginginkan struktur dan tatanan. Sebaliknya, jika kebutuhan lapisan kedua ini dilihat secara negatif, perhatian anda akan terfokus bukan pada persoalan lapar dan haus, tapi pada rasa takut dan kecemasan. Dikalangan orang-orang dewasa di amerika, kebutuhan ini akan terwujud dalam keinginan mereka yang sangat kuat untuk tinggal berdekatan dengan tetangga yang baik, pekerjaan yang aman, perencanaan masa pension yang matang, asuransi, dan lain sebagainya.

Kebutuhan cinta dan rindu (kebutuhan untuk dimiliki atau memiliki). Ketika kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpenuhi , kebutuhan lapisan ketiga pun muncul. Anda mulai merasa butuh teman, kekasih, anak dan bentuk hubungan berdasarkan perasaan Lainnya. Dilihat secara negative, anda akan semakin mencemaskan kesendirian dan kesepian. Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan ini dapat berbentuk keinginan untuk menikah, memiliki keluarga, menjadi bagian dari satu kelompok atau masyarakat.

Kebutuhan harga diri. Setelah itu kita akan mencari harga diri. Maslow mengatakan bahwa ada dua bentuk kebutuhan terhadap harga diri ini : bentuk yang lemah dan yang kuat. Bentuk yang lemah adalah kebutuhan kita untuk dihargai orang lain, kebutuhan terhadap status, kemuliaan, kehormatan, perhatian, reputasi, apresiasi bahkan dominasi. Sementara yang kuat adalah kebutuhan kita untuk percaya diri, kompetensi, kesuksesan, independensi dan kebebasan. Bentuk kedua ini lebih kuat karena sekali didapat kita tidak melepaskannya, berbeda dengan kebutuhan kita akan penghargaan orang lain.

Bentuk negative dari kebutuhan akan harga diri ini adalah rendah diri dan kompleks inferioritas. Maslow mwmbenarkan Adler ketika mengatakan bahwa masala inlah yang menjadi dasar masalah-masalah psikologis. Di Negara-negara modern, sebagian besar orang hanya mementingkan kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Sering orang tidak terlalu memedulikan kebutuhan mereka akan cinta dan kerinduan.

Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengenal realita. Jadi manusia memiliki keinginan yang kuat untuk mengetahui, memahami buka saja tentang dirinya, tetapi juga diluar dirinya.
aktualisasi diri.Tingkat terakhir ini agak sedikit berbeda dengan empat tingkat sebelumnya. Maslow menyebut tingkat ini dengan istilah berbeda-beda: motivasi pertumbuhan (sebagai lawan dari motivasi devisit), kebutuhan-kebutuhan untuk ada (being-needs) atau B-Needs (sebagai lawan dari D-Needs). B-Needs adalah kebutuhan untuk aktualisasi-Diri. Kebutuhan-kebutuhan aktualisasi diri ini tidak memerlukan penyeimbangan atau homeostatis. Sekali diperoleh, dia akan terus dirasakan. Kebutuhan ini memang akan meningkat kalau kita “menyebarkannya”. Kebutuhan-kebutuhan ini mencakup hasrat untuk terus-menerus mewujudkan potensi-potensi diri, keinginan untuk “menjadi apa yang anda bisa”. Kebutuhan ini lebih merupakan persoalan menjadi yang sempurna, menjadi “Anda” yang sebenarnya. Oleh karena itulah kebutuhan ini disebut aktualisasi-diri.

Meta Kebutuhan dan Mega Patologi
Cara lain yang ditempuh Maslow untuk mengetahui apakah sesungguhnya aktualisasi-diri adalah dengan menyelidiki apa yang menjadi kebutuhan paling dasar (B-needs) orang-orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Kebutuhan-kebutuhan yang ingin mereka penuhi demi kebahagiaan adalah:
Kebenaran, bukan kepalsuan.

Kebaikan, bukan kejahatan .

Keindahan, bukan sesuatu yang jelek atau vulgar.

Kesatuan, kemenyeluruhan dan penghilangan oposisi biner, bukan pilihan-pilihan sekehendak hati.

Kehidupan yang hidup, bukan kematian atau kehidupan bagai mesin.

Keunikan, bukan keseragaman.

Kesempurnaan dan kepastian, bukan hal yang asal-asalan, ketidakkonsistenan atau kebetulan.

Penyelesaian, bukan keterbengkalaian.

Keadilan dan keteraturan, bukan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Kesederhanaan, kerumitan-kerumitan yang tidak perlu.

Kebercukupan sumber daya, bukan lingkungan yang miskin.

Kewajaran, bukan sesuatu ynag didasarkan pada paksaan.

Keriangan dan Kegembiraan, bukan sesuatu yang kasar dan mekanistik, kering tanpa humor.

Kemandirian, bukan ketergantungan.

Kebermaknaan, bukan kehampaan hati.

Telah Terbit on Juli 31, 2008 at 5:19 am  Comments (9)  

The URI to TrackBack this entry is: http://firariswiyandi.wordpress.com/ocean-of-mind/teori-kepribadian-abraham-maslow/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. saya adalah pengagum teori Maslow ini. namun akhir-akhir ini, teori ini banyak diprotes dari pelbagai kalangan. walaupun begitu, saya berpikir bahwa apa yang dipaparkan oleh penulis telah memberikan suatu poin penting terhadap validilitas teori Maslow ini.

    • bro…kamu kan pengagum Maslow,,jadi menurut kamu Definisi Kepribadian menurut maslow itu apa ????thxxx

  2. Teori Maslow adalah teori yang sangat memandang manusia dari sisi kemanusiaannya bukan dari sisi kehewanannya dan sangat sesuai untuk diaplikasikan diindonesia karna sesuai dengan nilai-nilai yang ada diIndonesia dan sangat mirip dengan tori Ki Ageng Surya Mentaram

  3. menurut saya hierarki kebutuhan maslow kurang cocok untuk diterapkan di indonesia..

  4. saya mcari teori kepribadian kok gx jls gt y?

  5. boleh minta sumbernya gak????

  6. Perlu ada penyempurnaan dg teori ‘Hirarki kebutuhan’ maslow ini, krn kebutuhan yg plg dasar dan utama blm ada. Yaitu kebutuhan thdp ‘TUHAN’ (NEED OF GOD). Di kalangan tertentu Kebutuhan ini muncul saat manusia sdh tak mampu lg berbuat sesuatu tanpa petunjuk n pertolonganNYA. Jadi sisi religiusitas dan spiritualitasnya jg perlu. Tp bg muslim kebutuhan ini bersifat mutlak.

  7. pada pada lancar we lah pokok na mah…

  8. “Satu-satunya pesaing seseorang adalah keberdayaannya sendiri. Satu-satunya kegagalan seseorang adalah kekalahan dalam memberdayakan kemungkinan terbaik yang dimilikinya. Dalam pengertian ini, setiap orang bisa menjadi raja, dan karena itu harus diperlakukan seperti raja.”
    Abraham Maslow, American Psychologist


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: