Pagi ini,
Tak kutemukan ia dengan senyum hangatnya
Hanya langit menangis yang menyatukan air matanya dengan akar
Rintik demi rintik berderai
Pagi ini,
Tak kulihat cahayanya yang berguguran
Hanya tarian pelangi yang meliuk gemulai diantara bukit
Warna demi warna terbingkai
Fajar di langit kota cengkeh,
Bersembunyi di balik lukisan awan
Jangan biarkan daun dan bunga letih menanti.
Tampakkan wajahmu di kotaku
Agar aku bisa tersenyum
Sehangat senyummu yang tak bosan menyapaku disetiap pagi
“FR-301105”