Jalan

Sebuah jalan yang panjang dan sepi

Kulalui dalam kegelapan dan aku tersandung

Jatuh dan bangun, dan tersaruk, kakiku

Menjejak dingin batuan dan kering daunan

Seseorang dibelakangku juga menjejak batuan, dedaunan :

Jika langkah kuperlambat, ia melambat

Jika aku berlari, ia pun berlari. Aku menoleh : tak ada siapa-siapa

Segalanya gelap dan tak berpintu

Belok dan kuputari lagi sudut-sudut ini

Yang senantiasa menuntunku ke jalanan

Dimana tak seorang pun menungguku, tak seorang pun mengikutiku,

Dimana aku mengejar seseorang, yang tersaruk

Jatuh dan bangun, dan saat menoleh untuk memandangku

Ia akan berkata : tak ada siapa-siapa.

O.P.

Telah Terbit on Maret 21, 2009 at 2:16 pm Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://firariswiyandi.wordpress.com/poetry/jalan/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment