Tertatih ku dalam langkah
yang menuntunku kemana saja
jiwa meraba
Terseok ku dalam jejak
yang berlari mengikuti
nafas angin
Masih ingatkah kau, tentang
Puisi di bulan november
yang kurangkai di hari terakhir
kelembutan november yang tegar
setahun yang lalu.
Hari ini,
ia kembali lagi.
Ataukah,
aku yang datang.
Entahlah…
Aku dan November memang bersua kembali
Ia tampak sama seperti kemarin,
Wajahnya masih kelabu,
penuh dengan air mata musim dingin
Aku,
Apalah diriku,
Hanya saksi bagi waktu yang meninggalkannya.
Jangan takut, november
Aku akan bersamamu kali ini
menemani gelisahmu,
tatkala waktu bersiap mencampakkanmu,
dengan Desember yang memenjarakan mimpi
November…aku datang!
“FR-031108″