Kembalikan Aku…

Kembalikan Aku…

Saat terbaring lemah tak berdaya

Ketika sesuap nasi memaksa masuk kerongkonganku

Melalui tangan-tangan penuh kasih

Serta sebentuk wajah mendatangi yang tersentuh, terkecup, dan meleleh

                        Kembalikan Aku…

                        Ketika potongan cermin-cermin lugu,

                        Dan tiap sudut-sudut kamar yang bisu,

                        Serta busana tak berdaya, pasrah

                        Memandang tampang bodohku

Kembalikan Aku…

Pada laut yang nyanyian anginnya masih menggema di telingaku

Dan tarian ombak -bergulung, pecah, surut- yang diputar ulang dalam anganku

Pada pasir yang rela melukiskan jejakku

Dan jeruk sunkist raksasa yang hilang di garis biru

                        Kembalikan Aku…

                        Disaat ciuman lembut ditemani bintang-bintang

                        Di bawah langit kekal tak bertepi

                        Ketika malam-malam panjang yang dingin, iri

                        Terganti pelukan hangat kekasih kecil

Kmebalikan Aku…

Saat gelak tawaku, pecahkan kesunyian

Riuh-riang tarianku, cairkan kesedihan

Dan gurauanku, sisakan senyuman

Serta keluh-kesahku, hadirkan kesabaran

                        Kembalilkan Aku…

                        Ketika panasnya surya memanggang kulitku

                        Serta jarum air bening menusuk poriku

                        Dan hembusan nafas angin yang menerpa wajahku

                        Detik-detik sebelum aku melihat lagi mata berbinar itu

Kembalikan Aku…

Pada alunan melodi yang merebak wangi,

Sepanjang jalan-jalan keindahan

Melewati pulau-pulau tak bernyawa, hidup

Disinggahi pengembara cinta semu

                        Kembalikan Aku…

                        Saat-saat dimana aku menggoreskan pena

                        Di atas kertas putih kejam, yang memaksaku bercerita

                        Diawasi lirik-lirik tak berperasaan

                        Dari kaset bodoh bersampul merah muda

Kembalikan Aku…

Tanpa harus menunggu,

Tanpa harus marah dan benci,

Tanpa harus menyesali dan memikirkan yang hilang

                        Kembalikan Aku…

                        Tanpa harus menyesakkan dada,

                        Tanpa harus menyisakan isak tangis

                        Dan tanpa harus meneteskan air mata

Kembalikan Aku…

“FR-130804”

Iklan
Published in: on April 18, 2008 at 2:49 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://firariswiyandi.wordpress.com/2008/04/18/kembalikan-aku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: