Erich Fromm

Sekarang ini kita menjumpai individu yang berperilaku seperti manusia yang bergerak otomatis, yang tidak tahu dan tidak mengerti dirinya sendiri, dan satu-satunya orang yang dikenalnya adalah orang seperti yang seharusnya, yang obrolan tanpa maknanya menggantikan percakapan yang komunikatif, yang senyum sintetisnya menggantikan tawa yang asli, dan yang perasaan putus asanya menggantikan rasa nyeri yang asli. Dua pernyataan dapat disampaikan sehubungan dengan individu ini. Satu adalah bahwa ia menderita kerusakan spontanitasdan individualitas yang kelihatannya tidak dapat disembuhkan. Sekaligus dapat dikatakan bahwa ia pada dasarnya tidak berbeda dengan jutaan orang seperti kita yang berjalan di muka bumi

 

Erich Fromm

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://firariswiyandi.wordpress.com/2008/04/25/erich-fromm/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. begitulah kalau hidup dikendalikan oleh citra bentukan kapitalisme. dunia sintetis yang tunduk pada kepentingan materi. konsumerisme demi mengejar prestise menjadi ideologi tak terbendung. hmm, barangkali inilah fase uzur dari humanisme. Jika memang sudah pikun, dan terbungkuk-bungkuk akankah peradaban ini harus bertengger pada pundaknya.
    Sungguh pula tidak manusiawi kalau dunia bergerak dalam bandul determinisme. menjadikan manusia tertawan oleh kepentingan yang mendominasi. perlahan-lahan mendorong manusia berpaling orientasi. bukankah tingkat ketaqwaan yang menentukan bagan hirarki kedudukan dimata Allah SWT.
    Kupikir revivalisme itu penting, dimana harus tegas diteriakkan bahwa tonggak peradaban yang gilang cemerlang berasal dari sebuah kurun yang melelahkan dan butuh kesabaran. tidak lain sebuah fase dimana nilai-nilai islam diterima bukan sebagai pilihan tapi sebagai ketentuan yang universal oleh sang pembawa risalah yang uswatun hasanah, rasulullah Muhammad SAW. juga bukan sebagai nilai-nilai yang bersumber dari budaya buatan manusia. justru islam mampu membentuk kebudayaan metropolitan berorientasi ukhrowi…siapa yang bisa memungkiri kewibawaan dan prestasi mencengangkan khulafaurrasyidin, yang notabene pemuka umat hasil pemilu yang demokratis…adalah bukan saatnya pula melakukan klaim-klaim kepemilikan atas sistem-sistem yang terbukti mengantarkan umat manusia pada kemaslahatan…begitupun islam itu juga bukan semata milik umat islam. islam adalah untuk alam semesta, untuk memberi rahmat bagi sekalian alam…mungkin ini hanya uneg2 tak mendasar dari seorang yang turut digelisahkan zaman…he..salam buat erich fromm..aq kagum dengan pemikiran-pemikirannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: