Gosip (Makin digosok, makin siip)

 

Gosip alias dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, menggunjing, atau dalam bahasa Arab-nya “ghibah”, atau dalam kamus bahasa Inggris pribadi saya, “go-ship” atau pergi naik kapal yang berujung pada “go-hell” alias pergi ke neraka, hehe…gak ding. Gosip dalam kamus bahasa Inggris Oxford, “slander”, itu memang merupakan kegiatan atau aktifitas menggosok-gosok atau memanas-manaskan including menambahi, mengurangi, atau bahkan menerka-nerka based on personal opinion agar makin siip dan makin panas, atau malah kalau perlu sampai kebakaran. Kesulitannya adalah melacak ‘sumber api-nya’. Jadi, gosip itu dikipas-kipas aja terus biar makin panas, makin terbakar dan makin heboh. Astaghfirullah al’adzim.

Aktifitas ini ada yang bersifat sambil lalu, tapi ada juga yang sudah menjadi kebiasaan, alias sudah mendarah-daging (mengalir dengan darah, menyatu dalam daging, gitu loch maksudnya, hehe…). Kegiatan yang kelihatannya menyenangkan ini sering dianggap hal yang biasa saja bagi sebagian manusia, mungkin juga termasuk diri kita sendiri, bahkan kebanyakan kita menganggapnya sebagai hiburan (entertainment), gak percaya? Lihat saja sejumlah acara TV, yang punya rating-rating tinggi, dimana kegiatan ini ‘famous’ dengan nama “infotainment”. Pastikan gosip ini adalah mata acara wajib yang selalu ada dalam kurikulum siaran pada setiap PTST (Perguruan Tinggi Stasiun Televisi, maksa banget gak sih, hehe…) dan punya jam terbang (jam tayang maksudnya) yang cukup tinggi, diantara kurikulum yang lain, terbukti dengan iklannya yang seabrek. Bahkan mungkin sebagian kita tidak ingin beranjak dari stasiun TV tersebut atau bahkan bergeser dari tempat duduk, dan rela menyaksikan acara ‘parade iklan’ demi menunggu acara yang begitu menyita perhatian kita tadi.

Apabila dicermati dari sudut jendela hati kita, gosip memang tergolong dalam ‘makhluk’ yang tidak punya perasaan, nista, kejam dan kedahsyatannya menyayat hati. Dan, gosip ini bisa dikategorikan ke dalam ‘omnivora’ atau pemakan segalanya, artinya gosip ini tak mengenal target, siapa saja bisa menjdi korbannya. Apalagi si korban yang bernama ’public figure’ merupakan sasaran empuk si pelaku gosip, karena itu waspadalah…waspadalah…(kata bang napi, hehe…). Sebab ‘kemasannya’ menarik, ‘isinya’ menarik, dan segala hal yang berkaitan dengannya ‘menarik’, yah…menarik hasrat hati pelaku untuk mencicipinya.

Pada dasarnya, tidak ada seorang pun yang suka digunjingkan. Tidak dirimu kawan, tidak juga diriku. Hati ini akan sakit, gelisah, risih dan tersayat dengan pisau gosip tersebut. Jangankan gosip yang ‘salah’, yang ‘benar’ saja, pengaruhnya tetap saja negatif. Oleh karena itu gosip atau ‘ghibah’ amat sangat dilarang dalam ajaran Islam.

Berikut ini ada penjelasan tentang seperti apa sih gosip atau ghibah itu :

Dari Abu Hurairah Ra, “Rasulullah bersabda, Tahukah kamu apakah ghibah itu?” Jawab shahabat, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Nabi bersabda, “Yaitu menyebut saudaramu dengan apa-apa yang ia tidak suka disebutnya.” Rasul ditanya, “Bagaimanakah jika memang itu sebenarnya ada padanya?” Jawab Nabi, “Kalau memang sebenarnya begitu, itulah yang bernama ghibah, tetapi jikalau menyebut apa-apa yang tidak sebenarnya, berarti kau telah menuduhnya dengan kebohongan (yang lebih besar dosanya).” (HR. Muslim).

Terlihat jelas bukan, bahwa membicarakan hal-hal yang tidak disukai saudara kita, meskipun benar adanya, masuk dalam kategori menggunjing, ghibah atau gosip. Bahayanya, kalau hal-hal itu tidak ada pada dirinya, berarti kita telah melakukan “fitnah”, yang familiar dengan slogan, “lebih kejam dari pada membunuh”, ngeri bukan?!

Seperti itulah dahsyatnya perbuatan lidah ini. Darinya dapat keluar kata-kata yang menyenangkan hati, kebenaran dan kebijaksanaan yang menina-bobo’kan pendengarnya dalam perasaan senang dan bahagia. Namun dari lidah dapat juga lahir bayi-bayi perkataan keji, kebohongan/dusta, mengumpat, menggunjing, dan lain-lain, yang bisa mencampakkan perasaan pendengarnya.

Dari Abu Hurairah Ra., “Seorang hamba adakalanya berbicara tentang sesuatu yang menyebabkan keridhaan Allah yang tidak diperhatikan. Mendadak ia telah diangkat beberapa derajat oleh sebab kalimat itu. Dan adakalanya seorang hamba mengeluarkan kalimat yang menyebabkan murka Allah dengan tidak diperhatikan. Tiba-tiba ia telah terjerumus ke dalam neraka jahannam.” (HR. Bukhari).

Bahaya Gosip, diantaranya sebagian kecil yaitu:

1. Merusak pohon ukhuwah

Dengan gosip (ghibah) berapa banyak pohon ukhuwah yang rusak dan hancur karenanya, hanya karena perbuatan lidah. Pada awalnya gosip ini menyebabkan ketegangan hubungan, baik dari yang menggunjing maupun pada yang digunjingkan. Kalau tidak segera ditutup dengan istighfar dan permohonan maaf, gosip sangat mungkin menjalar pada hal yang lebih besar, permusuhan…bahkan yang lebih mengerikan, peperangan.

Rasulullah SAW melarang ghibah yang dilakukan tanpa alasan yang dibolehkan. Pernah suatu ketika Aisyah Ra mencontohkan kejelekan orang pada Nabi SAW, maka nabi bersabda, “Saya tidak suka mencontohkan orang meskipun saya akan mendapat upah yang sekian-sekian banyaknya!”

Nah loch!!! Rasulullah SAW aja bersabda seperti itu, beliau tidak suka mencontohkan orang meskipun diberi upah yang sekian banyaknya. Nah kita, kagak digaji aja kita rela mencontohkan orang, gimana kalo’ diberi upah yah, astaghfirullah!

Dalam Al Qur’an diumpamakan orang-orang yang senang menggunjing dihadapkan pada pertanyaan yang jawabannya jelas saja “Tidak”

Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat (49) : 12).

Bila kita sudah sepakat “Tidak” pada pertanyaan di atas, lalu apa yang harus kita lakukan?

Sikap yang baik bagi seorang muslim adalah :

  • menegur saudaranya yang berbuat kesalahan,

  • menasehati yang khilaf, dan

  • menutup aib saudaranya.

Karena menggunjing, gosip alias ghibah merupakan perbuatan merugikan dan sia-sia, yang tidak akan menyadarkan kesalahan orang, iya kan?!

 

2. Berbuah adzab akhirat

Tahukah kalian, lidah ikut menetukan masa depan manusia di dunia maupun di akhirat kelak. Seseorang dapat dipercaya karena lidahnya, namun dapat juga dibenci dan dicela karena lidahnya.

Mu’adz pernah menanyakan beberapa hal kepada Rasulullah, salah satu jawaban Nabi SAW, “Pokok segala sesuatu ialah Islam, dan tiangnya shalat, dan puncak yang tertinggi ialah jihad.” Kemudian Nabi bersabda, “Sukakah saya beritahu tentang kunci dari semua itu?” berkata Mu’adz, “Baiklah Rasulullah.” Maka Rasulullah memegang lidah sambil bersabda, “Jagalah ini!” Bertanya Mu’adz, “Apakah kami akan dituntut dari semua bicara kami?” Jawab Nabi, “Celaka kau, apakah kau kira orang tersungkur ke dalam neraka karena mukanya, tiada lain karena hasil lidah mereka.” (HR. At Tirmidzi).

Nah!!! Jaga lidah, jaga lidah, jaga lidah!!!

Setiap amal pasti dimintai pertanggung jawaban termasuk kerja ‘lisan’. Salah satu cerita Rasulullah sehabis Mi’raj tentang nasib orang-orang yang terpeleset lidahnya.

Dari Anas Ra., “Ketika saya dimi’rajkan, saya telah melihat suatu kaum yang berkuku tembaga sekedar digunakan mencakar muka dan dada mereka sendiri, maka saya bertanya kepada Jibril, “Siapakah mereka itu?” Jawabnya, “Mereka yang makan daging orang dan mencela kehormatan orang (yakni ghibah)” (HR. Abu Dawud).

Sangat mengerikan keadaan orang yang senang bergosip di akhirat nanti, apakah kita ingin termasuk dalam golongan mereka yang mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga?! Astagfirullah, semoga kita terhindar dari perbuatan tercela tersebut, amin!

Sebaliknya, orang yang tidak suka ghibah, bahkan ia bela kehormatan saudaranya, menutup aib saudaranya, maka Allah membalasi kebaikan itu dengan berlipat ganda. Salah satunya balasannya terdapat dalam sabda Rasulullah berikut :

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits, dari Abu Darda’ Ra., “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

Subhanallah, walhamdulillah. Kalau kita ingin hal tersebut menyelamatkan diri kita, kenapa kita tidak melindungi saudara kita yang dicemarkan kehormatannya oleh orang lain, hanya dengan menjaga lisan kita, toh balasannya jauh lebih besar daripada kewajiban yang diharuskannya.

Sudah cukup ‘ngeri dan takut dengan akibat dan bahaya gosip?! Kalau begitu, yuk kita lirik tips-tips agar kita terhindar dari perbuatan tercela itu!

Tips menghindar dari Ghibah, yaitu:

Jangan merasa tidak melakukannya, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf (50), 18).

Orang sering bilang, lidah ini tak bertulang. Artinya lidah luwes sekali berbicara, mengeluarkan pernyataan, membuat kalimat. Dari benda kecil bernama lidah ternyata bisa menimbulkan marabahaya yang amat mengerikan, di dunia maupun di akhirat.

Sejak dini Rasulullah SAW telah mengingatkan kita, “Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata yang baik atau diam!” (HR. Bukhari-Muslim).

Daripada berbicara yang tidak ada manfaatnya, apalagi kalau bicaranya itu jelas salah, lebih baik diam. Andaikan bicara dan diam sama-sama baiknya pun, harus tetap memilih diam. Lidah memang memegang peran dalam menentukan kredibilitas seseorang.

Lidah, itu dia! Mengapa anggota tubuh yang satu ini begitu ditakuti dan sering diperingatkan. Ada salah satu sabda Rasulullah SAW tentangnya :

Abu Sa’id Al Khudri berkata, bahwa Nabi SAW telah bersabda, “Jika tiba waktu pagi maka anggota badan manusia memperingatkan kepada lidah, dan berkata, “Takutlah kepada Allah dalam memelihara keselamatan kami, sebab kami trgantung kepadamu. Jika engkau jujur maka kami pun selamat dan lurus, dan jika engkau bengkok maka kami pun bengkok.” (HR. Tirmidzi).

Sungguh kasihan nasib anggota badan kita yang lain, meskipun mereka melakukan beribu kebaikan, tapi bisa saja terpeleset hanya karena perbuatan “lidah”, oleh karena itu tak bosannya mereka mengingatkan kepada lidah jika waktu pagi telah tiba, karena ia lah yang menentukan nasib anggota badan yang lain ke depannya.

Oleh karena itu, sabda Rasulullah SAW yang berikut ini saya pikir sudah sangat menegaskan kedudukan orang yang menggunjing :

Rasulullah SAW bersabda, “Cukup bagi seorang menjadi jahat kalau ia menghinakan saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim).

Bila ditambahkan sabda Rasulullah SAW berikut ini, akan terasa lebih mengerikan bukan?!

Abu Dzar Ra. mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang yang memaki orang lain dengan ka ta fasiq atau kafir, melainkan kalimat itu kembali kepada dirinya sendiri, jika tidak benar demikian keadaan orang yang dimaki.” (HR. Bukhari).

Penjelasannya yang lebih kronologis sekiranya terdapat dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini :

Rasulullah pernah bersabda dari Abu Darda’ Ra., “Seorang hamba jika melaknat (mengutuk) sesuatu, maka naiklah laknat itu ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit, kemudian ia turun ke bumi tertutup pula pintu-pintu bumi, kemudian ia lari ke kanan dan ke kiri, hingga kalau tidak mendapat tempat baru ia pergi kepada yang dilaknat, bila layak dilaknat, bila tidak maka kembali kepada yang melaknat sendiri.” (HR. Abu dawud).

Hanya satu kata, Na’udzhubillah min’dzalik !

Berikut penegasan kedudukan kita dalam sabda Rasulullah SAW yang sangat jauh dari hal-hal tersebut di atas :

Sabda Nabi SAW, “Seorang mu’min bukan tukang menghina atau keji mulut…” (HR. At Tirmidzi).

Jelas banget bukan peringatan Rasulullah SAW dalam sekian sabdanya yang melarang gosip alias ghibah, serta kengerian-kengerian yang diakibatkannya. Jadi, jagalah lidahmu!

Masih mau bergosip???

Takut lah yaw…

Iklan
Published in: on September 22, 2008 at 3:45 am  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://firariswiyandi.wordpress.com/2008/09/22/gosip-makin-digosok-makin-siip/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Alhamdulillah YYA… dibukakan oleh Allah SWT mata hati kita lewat tulisan ini…

    Penulis yang dengan sederhana dan santunnya mengingatkan kita dari bahaya mengkonsumsi buta aneka ragam tayangan hiburan TV yang diantaranya adalah GOSSIPP…

    Praktik Dosa memang telah banyak menghiasi berbagai bidang bisnis yang dijalani anak-anak negeri ini, TV menjadi salah satu kontributor didalamnya…

    Banyak kebiasaan telah TV bentuk, banyak watak dan karakter telah dikembangkan TV pada diri dan anak-anak kita, baik yang disadari keberadaannya ataupun tidak…

    Gossip, sebagaimana Bu Fira katakan layaknya ‘makhluk omnivora’ yang tak segan dan pandang bulu memangsa target-target empuknya… bidang ini secara tidak sadar telah menciptakan budaya baru didalam kehidupan kita, suatu budaya yang dibahasakan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran dengan ‘Kanibalisme’… budaya memangsa dan mencabik kehormatan saudara seagama dan sebangsa yang seharusnya dijaga dan dihargai…

    Terima kasih Bu Fira, tulisan anda sangat membantu dan menginspirasi kami…^^

    Catatan:
    Salam untuk Pak Andri Yarusman ya Bu’… Semoga Allah SWT senantiasa mempersatukan kalian dalam Cinta dan Kasih Sayang!! Amin YYA… ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: