Lampu dan kualitas tidur

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman kampus melakukan perjalanan ke Surabaya dan Bali dalam rangka Study Excursion yang diadakan oleh Jurusan kami. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya pada pukul 2 dini hari, kami tiba di hotel. Setelah merapikan barang bawaan, kami pun memutuskan untuk tidur, sebelum mengikuti agenda keesokan harinya. Di kamar hotel yang berukuran kira-kira 6×4 meter,dihuni oleh 3 orang termasuk saya. Salah satu teman sekamar saya mengaku bahwa ia tidak terbiasa mematikan lampu pada saat tidur, dan tentu saja hal itu merupakan masalah bagi saya yang terbiasa mematikan lampu atau setidaknya menggunakan lampu dengan pencahayaan minim. Dia tidak bisa tidur dalam keadaan lampu dipadamkan, serasa sesak, begitu kata dia. Sementara saya pun tidak bisa terlelap dalam keadaan lampu yang terang benderang. Akhirnya, setelah perdebatan panjang, saya pun mengalah, dan kami semua tidur di bawah siraman cahaya, serasa ada sederet lampu neon yang mengawasi tidur saya sepanjang malam itu. Oh Tuhan…

Keesokan harinya, tebak apa yang terjadi pada diri saya, seluruh badan saya terasa sangat lelah, dan perasaan saya sangat tidak enak, entahlah… Terlepas dari perjalanan yang memang melelahkan, karena sebelumnya saya juga pernah melakukan perjalanan yang lebih melelahkan seperti itu, namun setelah beristirahat, badan saya terasa lebih fresh. Namun, tidak untuk kali ini. Dan kondisi saya sepanjang hari malah bertambah parah, saya jadi sakit!

Setelah tiba di Jogja, secara tidak sengaja saya menemukan artikel kesehatan dari seorang kawan, tentang pengaruh lampu terhadap kualitas tidur. Saya jadi teringat kejadian sewaktu SE kemarin, saya lalu mengaitkannya dengan kisah saya :). Seorang Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya(salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat) menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya Lampu – seperti juga TV – menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari – sekecil apapun sinarnya menyebabkan Produksi hormon melantonin terhenti.

Ternyata hal ini lah yang menimpa diri saya beberapa waktu yang lalu, yaitu sistem kekebalan tubuh saya melemah, sehingga sangat rentan terhadap penyakit, pada saat itu virus flu lah yang menjangkiti tubuh saya.

Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Beberapa hal yang terkadang sering kita lakukan saat tidur yakni menyalakan lampu atau sinar cahaya -seperti teman saya tadi-. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.

Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus sampai bagian mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.

Kejadian ini yang mengakibatkan kualitas tidur kita sangat rendah karena otak masih bekerja walaupun dalam kuantitas yang rendah. Tidur yang baik adalah dengan mematikan lampu atau benar-benar dalam keadaan gelap, sehingga tidak ada rangsangan yang harus diterima oleh mata dan otak kita. Dengan itu kita akan mendapat kualitas tidur yang tinggi dan relaksasi yang baik.

Jadi, pengalaman saya ini mungkin bisa bermanfaat bagi Anda, yang ingin meningkatkan kualitas tidur. Namun faktor lampu tersebut hanyalah salah satu saja, bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kualitas tidur kita.

Iklan
Telah Terbit on Februari 22, 2009 at 1:36 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://firariswiyandi.wordpress.com/health/lampu-dan-kualitas-tidur/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Sblumnya trima ksih atas informasinya. .
    Saya ingn brtnya. . Apakah chaya lampu tsb biSa meLemahkan syraf kt atw mngurangi daya ingat kita. ?
    Adakah akibt yg lain klw kt menyalahkan lmpu ketika tdur. . . . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: