Puisi di bulan November

Malam ini akan kukatakan rahasia yang terdalam
Dimana Februari yang melelahkan, melupakan
Januari yang tertinggal,
Bercumbu dengan Maret yang menggairahkan

Malam ini akan kuceritakan kisah paling kejam
Ketika Juni yang menghujam senja, memaksa
April yang terpatuk dalam cinta, tak berdaya
Menyakiti Mei yang rapuh, terkulai dalam senyap

Malam ini akan kusenandungkan lagu tanpa nada
Saat kepergian Agustus yang dicumbui mendung, menyisakan
Juli yang terluka dalam penantian
Berakhir pada September yang tersedak sejuta kenangan

Malam ini akan kutulis sajak paling syahdu
Terhenyak oleh Oktober tak kembali, membingkai
Rindu yang menguras segala nalarku, dan
Memporak-porandakan angkuhku, dalam
Kelembutan November yang tegar

Malam ini akan kutulis puisi paling indah
Puisi di bulan November
Menyulam pintalan kenangan yang sempurna, diantara
Rentetan bulan penuh warna

Berharap Desember tidak melewatkan setiap gelisah yang hadir
Setiap rindu yang mengetuk-ngetuk di balik temaram senja
Dan setiap cinta yang mengalir di entakan nafas
Karena semuanya terlalu indah

Malam ini telah aku tulis puisi paling indah,
Puisi di bulan November…

“FR-301107”

Iklan
Telah Terbit on Juni 29, 2008 at 2:44 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://firariswiyandi.wordpress.com/poetry/puisi-di-bulan-november/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: